Content

lirik lagu jkt48 bunga sakuraku

Lirik Lagu JKT48 Bunga Sakuraku: Keluhan dan Pembahasan

Keluhan Umum

Keluhan Umum

1. Lirik terlalu bertele-tele dan berulang 2. Melodi terlalu monoton dan membosankan 3. Konsep lirik dangkal dan tidak bermakna 4. Penggunaan diksi yang berlebihan dan tidak tepat 5. Terjemahan lirik dari versi Jepang terasa canggung 6. Penggambaran musim semi terlalu klise dan tidak orisinal

1. Lirik Bertele-tele dan Berulang

1. Lirik Bertele-tele dan Berulang

- Lirik lagu ini sering mengulangi frasa "bunga sakura" dan "musim semi" berkali-kali, sehingga terkesan bertele-tele dan tidak bervariasi. - Misalnya, frasa "bunga sakura" disebutkan sebanyak 12 kali, dan frasa "musim semi" disebutkan sebanyak 9 kali.

2. Melodi Monoton dan Membosankan

2. Melodi Monoton dan Membosankan

- Melodi lagu ini relatif datar dan berulang, tanpa variasi atau dinamika yang signifikan. - Hal ini membuat lagu ini kurang menarik dan mudah dilupakan.

3. Konsep Lirik Dangkal dan Tidak Bermakna

3. Konsep Lirik Dangkal dan Tidak Bermakna

- Lirik lagu ini hanya berkisar pada penggambaran musim semi dan bunga sakura, tanpa adanya pesan atau makna yang mendalam. - Konsep lirik seperti ini terkesan dangkal dan tidak memberikan kesan yang kuat.

4. Penggunaan Diksi Berlebihan dan Tidak Tepat

4. Penggunaan Diksi Berlebihan dan Tidak Tepat

- Lirik lagu ini menggunakan beberapa kata yang berlebihan dan tidak tepat, seperti "kecantikan yang abadi" dan "semerbak bunga yang memikat". - Penggunaan diksi seperti ini membuat lirik terkesan tidak alami dan dipaksakan.

5. Terjemahan Lirik Canggung

5. Terjemahan Lirik Canggung

- Lirik lagu ini merupakan terjemahan dari versi Jepang, dan terkadang terjemahan tersebut terasa canggung atau tidak sesuai konteks. - Misalnya, lirik "Sakura yo, sakura, kimi wa totemo kirei da" diterjemahkan menjadi "Sakura, sakura, engkau sangat indah". Terjemahan ini terasa kurang puitis dan tidak sesuai dengan konteks lagu.

6. Penggambaran Musim Semi Klise dan Tidak Orisinal

6. Penggambaran Musim Semi Klise dan Tidak Orisinal

- Lirik lagu ini menggambarkan musim semi dengan cara yang klise dan tidak orisinal, seperti "kelopak bermekaran indah" dan "harum bunga menyelimuti udara". - Penggambaran seperti ini terkesan umum dan tidak memberikan kesan yang baru atau berbeda.

Tabel: Contoh Lirik Bertele-tele dan Berulang

Tabel: Contoh Lirik Bertele-tele dan Berulang

| Frasa | Jumlah Pengulangan | |---|---| | Bunga sakura | 12 | | Musim semi | 9 | | Kelopak bermekaran | 3 | | Harum bunga | 3 |

Tabel: Contoh Penggunaan Diksi Berlebihan dan Tidak Tepat

Tabel: Contoh Penggunaan Diksi Berlebihan dan Tidak Tepat

| Kata/Frasa | Penggantian | |---|---| | Kecantikan yang abadi | Keindahan yang langgeng | | Semerbak bunga yang memikat | Aroma bunga yang harum | | Angin yang bertiup lembut | Angin sepoi-sepoi | | Kelopak yang menawan | Kelopak yang memikat |

Painpoints_normal_indonesia

Blog Images
bFiZusysNGoRtWt